Budaya merupakan salah satu hal paling penting dalam suatu daerah, kenapa ? karena dengan adanya budaya akan menjadi ciri khas bagi daerah tersebut, apabila daerah itu kehilangan budaya maka bisa disimpulkan daerah itu kehilangan identitasnya.
Oleh karena itu pentingnya menjaga dan melestarikan budaya agar tidak hilang, lantas siapa yang mempunyai kewajiban untuk menjaga dan melestarikan budaya ? Jawabanya adalah kita semua, terutama pemuda daerah tesebut.
Berbicara soal budaya, Indonesia adalah negara yang masih mejunjung tinggi budaya. Ada banyak budaya di Indonesia, tak heran karena Indonesia terdiri dari 34 provinsi yang tersebar dari sabang sampai merauke. Setiap provinsi di Indonesia atau bahkan kota di Indonesia mempunyai Budayanya masing-masing, tak heran banyak sekali wisatawan yang datang ke Indonesia untuk mempelajari budaya kita.
Sumatra Selatan menjadi salah satu provinsi yang memilki banyak budaya, Sumatera Selatan memiliki 17 Kabupaten/Kota, salah satunya adalah Pagar Alam. Kota Pagar Alam berada tidak jauh dari provinsi bengkulu, Pagar Alam merupakan salah satu tempat tujuan wisata yang sangat populer di Sumsel, hal ini disebabkan karena pemandangan yang disajikan oleh kota ini begitu indah, bukan hanya itu suasana yang sejuk serta jauh dari kata polusi menjadi salah satu alasan banyaknya orang datang ke Pagar alam, Selain itu juga Pagar Alam masih kental akan tradisi, masyarakat disini masih melestarikan budaya mereka sampai saat ini.
Salah satu budaya yang masih dilestarikan sampai sekarang adalah budaya pantauan, Pantauan atau dalam arti Bahasa Indonesia artinya panggilan, merupakan salah satu adat yang ada di Pagar Alam. adat ini biasanya ada pada saat pesta pernikahan. Biasanaya para tetangga pengantin akan menyediakan makanan serta minuman semampunya untuk disantap oleh kedua pengantin yang baru menikah serta keluarga mereka.
Kegiatan ini biasanya tidak hanya mengunjungi satu rumah saja, tetapi harus mengunjungi seluruh tetangga yang menyediakan makanan dan minuman untuk pengantin. Jadi biasanya pengantin dan keluarga tidak makan terlalu banyak, karena jumlah rumah yang dikunjung lumayan banyak. Meskipun Pantauan sudah jarang ditemui karena prihal ekonomi juga, namun di Pagar Alam masih banyak dusun yang menggunakan adat ini.